Sebelum kita membahas lebih lanjut, anda pasti sudah ingin menyangkal judul di atas, karena anda tahu kalo melaksanakan ibadah itu banyak sekali caranya; mulai dari sholat, menyantuni anak yatim, patuh pada orang tua, menerima apa adanya, dsb. namun saya akan bertanya pada anda jika anda melihat seseorang yang hidupnya penuh maksiat kemudian dia ingin bertobat di saat dia sudah lanjut usia, apa dia akan belajar mengaji? jawabannya mungkin tidak. kenapa saya jawab mungkin? karena sebagian akan melakukannya dan sebagian tidak. lalu apa yang akan mereka lakukan jika tidak sholat atau ngaji? "sabar". Yups...... sabar adalah pilihannya.
perhatikan ini bukanlah cerita hoax loch!!
kalo tidak percaya silahkan anda keluar rumah dan perhatikan mereka yang sudah usia lanjut. orang-orang seperti mereka hanya sedikit yang mau melangkahkan kakinya ke masjid, akan tetapi mereka lebih memilih sabar daripada melakukan hal yang berhubungan dengan agama. sabar seperti apa yang mereka lakukan? sebenarnya banyak sekali hal yang bisa dilakukan dengan sabar seperti sabar menahan diri untuk tidak kembali pada kemaksiatan, sabar menerima ocehan orang di sekitarnya, sabar hidup apa adanya, dsb.
ingatkah anda tentang Firman Allah dalam surat:
1. Al Mu`minuun [23.111]
"Sesungguhnya aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang".
2. Al Furqaan [25.275]
"Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya".
3. Al Insaan [76.12]
"Dan dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan sutera (pakaian)".
saya menulis artikel ini bukan berarti saya menyuruh anda untuk malaksanakan ibadah sabar saja.
tetapi yakinkan diri anda bahwa bila anda akan melakukan sesuatu dengan didasari hati yang sabar Insah Allah semuanya akan lancar tanpa hambatan. Dan ingat sabar tidak sama dengan lemot/lambat loch!
kebanyakan anak jaman sekarang melihat lemot dan sabar itu seperti tidak ada bedanya, walaupun sabar dan lemot itu sama-sama sifat manusia tapi sabar yang sesungguhnya murni dari hati, tidak seperti lemot yang dari segi fisik saja.
terima kasih telah mampir!